orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya (Pramoedya Ananta Toer)

About Me

My photo
seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki

Anda pengunjung ke:

Saturday, November 25, 2017

Nitip tanya pada hujan

hujan datang menyerbu
pada cangkir yang ketiga,
jalanan tak kunjung normal
masih juga sesak dengan kemacetan

ya sudah
nanti juga ada waktu
luangkan waktu untuk rindu
yang terlanjur membeku

sementara ini
biarlah masing-masing kita
berlari diburu waktu,
aku menepi dulu

kusulut rokok ku
sembari ndengerin lagu

pada hujan kutitipkan tanya:
sudah seberapa jauh
kau tinggalkan aku?

Friday, August 28, 2015

Membaca lagi sajak pengganti tangis

kubacai lagi, dan sekali lagi
berulang kali:

pernah nulis sejudul sajak
sekedar tuk kuatkan hati

betapa perih-jernih
kenangan tersaji
~senyum kau kulum diujung sana
melintas dibawah cempaka

kekasihmu waktu itu
menunggui diujung yang lain
dalam ruang bekas gudang;
pun aku lagi ngopi nenangin hati

waktu itu
kita dipisah oleh gerimis
lalu kutulis sajak pengganti tangis

Wednesday, August 26, 2015

Masihkah (Jika kau jadi aku)

Jika kau jadi aku

dapatkah kau gambarkan
keremangan hati yang tertikam sepi?
Dapatkah kau jelaskan
beratnya beban harapan dan kesedihan?

Sekali ingin kau jadi aku
bersemayam dalam sunyi
ditindas sepi

jika kau jadi aku

masihkah jerit
akan kau simpan-kau redam?
Atau malah meluap
dalam perihnya-dukanya?

Masihkah doa-doa kau lantunkan,
Sekedar redam keangkuhan malam?

Jika aku jadi engkau
maka aku akan tau-mengerti:
resah-harap yang kau jelmakan
dalam puisi

Friday, January 9, 2015

nyanyian hati

sekali ingin terhindar
dari sakit yang berlebih

tentu ada jeda dalam perang
sekedar mengusap luka,
dan
hadirmu lewat sajak
adalah pelita
mengajak untuk kembali
dalam damai-cinta

gerimis jadi tambah romantis
mendung tak lagi murung
mengeja setiap rasa
hati ini berdendang, sayang

Thursday, January 8, 2015

Ketika lepas dari kebekuan

cangkir ini...
menampung pekatnya rasa

rasa yang tertuang dari rangkaian pesan
jadilah ia kerinduan semacam penasaran
kutemukan dipermukaannya:
tarian-tarian membayang


bagaimana mungkin tidak tergoda
oleh aroma harum yang hangat menyapa?
Hingga kembali akrabi malam
bersiasat untuk sebuah perjumpaan

cheers...

Rasa (yang) mengalun merdu

dihidang kopi sore dan serangkai doa
ada rasa: entah rindu atau apa

tiba-tiba saja,
kehadiranmu serupa abjad

sekali ingin kukenal
lewat baris-baris kata

ketika sampai pada nada:
"Symphoni yang indah"
serasa kau mengajakku untuk berdansa

Dalam kesadaran

malam,
nyampai juga pada suatu ketika
suatu ketika yang dulu pernah kita terka

meski sadar,
aku bukan tukang ramal
maupun cenayang
tapi,
sampai juga langkah ini pada 'suatu ketika'


disini kini kita berada:
'suatu ketika' kau datang hanya bayang

Sunday, July 6, 2014

senyum dan kota milikmu

Ada mimpi
pada hening tadi:

aku tinggalkan kota ini
harus!

Tapi,
bagaimana mungkin
aku tinggalkan engkau
sementara senyummu
masih ingin ku cumbui

Friday, May 2, 2014

Yang Tersimpan Pada Suatu Malam

Pada selintas mata dari kejauhan
tadi, sebelum hujan;
sebelum malam menghitam benar

gerah hati ini 
selalu kau permainkan
entah, kesedihan ini
bagimu seakan kegembiraan

sekali ingin
menutup mata-telinga, diam
biar waktu cepat berlalu
sikapmu sungguh terlalu

aku beranjak pulang
hujan telah datang
malam kian kelam, sayang

Monday, March 24, 2014

Wilayah Ironi

Pada sebuah ruang
memandang keluar:

tempat ini penuh dengan ironi
jadi tambah sepi oleh misteri;
penghuninya saling berbisik-menelisik

senyum
dingin-beku

terkesan tenang
atau dikesankan? Atau ditenangkan?
Entah,
sebab ego saling bertumbuk
tentu, dibalik ketenangan

tempat ini penuh dengan ironi
antara pembangunan-penghancuran
membangun kemanusiaan
atau menghancurkannya?
Entah

pada suatu pagi yang hening
yang berhias wajah-wajah hampa

Thursday, November 21, 2013

sajian senja kala

mendung jenuh
nggantung disana

nunggu waktu
air menderas
lalu terserap tanah
sebelum mengalir
dalam cangkir-cangkir

jadi sajian senja kala
para pemetik kata

Wednesday, November 20, 2013

Aku Kini

aku
bukan lagi pemuda
yang dulu kau tinggalkan

tiada ingin berlama-lama
dalam pembuangan

aku
sudah lama terbang
seperti elang
lebih bahagia dalam juang

Saturday, November 9, 2013

Mengenang (atawa merindu) Indonesia

ada selembar pesan
lalu tegur-sapa dalam tulisan

coba sulam dan rapikan
hingga bentuk senyum yang kurindukan

sekedar manifestasi imajinasi
~senyum itu, serupa Indonesia
negeri makmur, elok nan ku cinta
bangsa besar yang ramah dalam cita-cita
atau hanya "stop" jadi angan semata

Indonesia
coba kau sulam dan rapikan
hingga tak lagi terdengar
ratap-tangis penderitaan

Monday, September 30, 2013

rencana untuk suatu malam

aku tadi nyari:
selembar kesempatan
yang (masih) kosong belum terisi
dan malam ini
arah bidik berganti

Tuesday, August 27, 2013

orang lilin

kalian tadi lihat ngga'?
Orang-orang seperti lilin
berbicara sebagai penerang
menyingkap segala yang gelap
tapi
dia sendiri yang habis

bicaranya tidak juga bikin terang hatinya

Friday, August 2, 2013

"Waspa Kumembeng Jroning Kalbu"

dalam masa aku terlahir

membawa biru dan merah anggur

sedangkan burung manyar membuat sarang pada reranting pohon yang rendah
ada pula yang bermesraan diantara tangkai-tangkai daun jagung,
angin berhembus ke tenggara, menuju musim berlabuh:
air mata tergenang dalam batin

Thursday, August 1, 2013

sebuah cita: tanah air-bangsaku

Pagi ini
aku nonton guguran cahaya
butir-butir embun jadi berkedipan
lalu hangat perlahan terbit

ada sepasang warna berkibaran
di halaman depan masjid
di halaman depan gereja
di depan wihara
di sebuah klenteng
di dalam pagar pura,
sepasang warna
untukmu jua:

ketika anak-anak beriring jalan
sembari bergandengan tangan
dan pedagang datang ramaikan pasar

ada keramahan disetiap tegur sapa

kalian tau? 
Inilah Indonesiaku, 
Indonesia dalam cita-citaku

Friday, July 26, 2013

sakit

"aku sangat kesakitan ketika kau ada dimana?"

Sajak Bolos Kerja

Mungkin, hanya mungkin
akan lebih baik mengambil satu hari
untuk bermalas-malasan
daripada terlihat sebagai orang kurang kerjaan
yang serius diantara ketidak seriusan

mungkin akan lebih baik
dicap sebagai "musuh" oleh gerombolan pengkhianat
daripada turut berbaur dalam keriangan mesum
yang penuh kepalsuan,
lebih baik menyendiri dalam meditasi tiada henti
daripada bertarung bahkan bercengkrama
dengan makhluk-makhluk hedon yang saling menikam

lebih baik dianggap sebagai pemalas
daripada menanamkam mentalitas maling
daripada sejajar dengan para bandit peradaban

lebih baik
aku lantunkan do'a dalam kesepian
daripada hadir berjamaah dengan para pesolek:
yang merubah suci-keluhuran dalam kata-kata
tanpa makna

rindang kesepian,
aku tidak sendirian
sekedar saksikan
riuh riang keterasingan

Saturday, July 20, 2013

terhasut sepi

malam ini
dingin-kaku

menyadari satu kenyataan
akan keterasingan

dari sudut paling pesimis
aku menatap Indonesia,
aku dan bangsaku,
juga masa depan:
hari-hariku
~seumpama semakin sepi
dingin dan terasing

pada ketiadaan makna
aku berkata:

"kemenangan bukan lagi milik yang benar,
sebab keadilan dicipta dari kekuasaan"