orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya (Pramoedya Ananta Toer)

About Me

My photo
seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki

Anda pengunjung ke:

Saturday, September 18, 2010

cinta untukmu

malam telah benar-benar hitam
saat ku sebrangi sunyi



aku menantimu
di ujung senja tadi



tapi kau tiada datang jua
maka aku pergi
kembali menyeberangi sunyi
sembari menerka:
apa sebenarnya yang kau pilih



malam, sepinya telah jadi belati
menghujamkan perih di hati



aku pergi
seberangi sunyi


sampan ku dayung sendiri


dalam kesadaran
sajakku berkata:
cinta adalah kesanggupan


mencintai bintang harus jadi malam
mencintai air harus jadi sungai
mencintai angin harus jadi udara
mencintai belantara harus jadi gunung
mencintai bunga harus jadi harum
mencintai kamu haruslah menjadi aku

aku
orang malam yang tiada berpedang
hanya berpegang pada keyakinan

malam telah benar-benar hitam
aku menari bersama bayang-bayang

Sunday, September 5, 2010

cincin


cincin ini seharusnya kau yang punya
kini rindupun tiada guna
esok semoga masih ada kisah
semaian cinta milik berdua

Wednesday, June 23, 2010

Jalan Yang Kutuju (Hatimu Untuk Surga)

ini jalan menuntunku pulang

sambil melangkah
bibirku tiada henti dendangkan harap:
jika esok kau tiada disini
nanti ku jumpa di surga
dan bila esok pun masih enggan
aku masih tunggu
kan ku nyanyikan shalawat
seperti Adam
mencari Hawa yang dicinta

agar tiada sesat langkahku
menanti waktu berjumpa denganmu

Thursday, May 6, 2010

sajak sekuntum rasa dari tanah merdeka

berpikir:


adakah rasa yang mampu membikin kelopak menjadi duri

seperti juga menghadirkan bintang gumintang dalam terang siang


bagaimana mungkin

sekuntum mawar menabur anyir

jika harumnya memang tak dapat dibeli

dan pijar lilin tiada mungkin membeku


tidaklah mungkin gumintang bersanding dengan terang siang

seperti juga menghadirkan benci sekaligus dalam kesejukkan cinta


ini tanah merdeka

tiada siapapun berpunya

sebab, disinilah kini kita berada


ini mawar bukanlah pusaka

terimalah dengan hati yang terbuka


YR. Prasetyo