dukaku untuk bangsaku tenggelam sudah cerita kesatria kesatria maritim hanya menjadi beban sisa kejayaan nenek moyang ah, bangsaku tergiring dalam lingkar perbudakan
kawan! mari, duduk bersama dalam berkata diantara sibuk cacianmu tentu ada waktu untuk saling terbuka mari kawan mari duduk bersama tuangkan segenap resahmu dalam serapah aku tak mengapa daripada hanya menerka segala kata yang kau tuang dibilik bisu
apalah untungnya memberiku rasa sakit adakah kepuasan hati tuan-nona saat diri mulai menggelepar? sedang sayat kata dari mulut tuan senyata belati tajam tuan, tentulah: kebijakan lelaki ada dalam meredam kata bukan atas sindir agar lawan terluka
nona, hampir-hampir hina diri dimata nona sedang diri tiada menduga: betapa kini diri jadi pihak yang salah
tapi, apalah untungnya memberi diri rasa sakit bila fana tiada kekal adanya