sudah dulu-dulu sekali kota ini cerita:
tentang bising peluru yang melayang
atau sekedar romantika perjuangan
~patut untuk selalu dikenang,
seperti juga mengenang almarhum kakek bercerita:
tentang aroma mesiu dan dentuman meriam
atau sekedar hafalan
tanggal peristiwa dan nama pejuang,
patutlah untuk selalu didengar
agar semangat tiada memudar
sudah dulu-dulu sekali kota ini punya kisah
dan ku rekam pula segala tentang kita:
kau-aku, cakrawala jadi saksi awal kita jumpa
di era yang katanya merdeka
kini, meski masa remaja telah purna
kota milikmu masih juga menyimpan cerita:
tentang bunga anggrek yang bermekaran
ditembok warisan kolonial
dan debu~diantaranya abu dari sebentuk rumah kayu
atau serpihan sepatu milik serdadu
Malang, masih menyimpan kenangan
teduh senyum darimu sayang
aku terdiam dalam kerinduan
About Me
- Yoehan Rianto Prasetyo
- seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki
Anda pengunjung ke:
Monday, July 4, 2011
Sunday, July 3, 2011
asmara merdeka
sekali waktu
aku ingin menemanimu diangkasa
memandangi kibaran sang saka
mungkinkah?
Ketika kau bertanya:
kita sedang berkejaran
dilangit nusantara
Saturday, July 2, 2011
bukan sekedar kerinduan
pada sebentuk senyum dalam album
hanya ingin tuliskan sesuatu
agar malam tak selalu bisu
sebentar saja mampir ke albummu
ngintip senyum~pasti juga sudah kau ijinkan:
aku menjelajah keteduhan
ini malam aku mencuri pandang
dan yang ku tau kau sedang pulas diatas ranjang
bukan sekedar rindu 'tika ingin selalu menyapa
kehadiranmu sungguh jadi harapan yang nyata
malam kian memuncak sayang
senyummu menjelma dalam sajakku
sajak curian
sambil ngopi
kubacai sajak yang ku curi darimu
ada semacam kerinduan menjelma dalam kata
dan harapan tersampaikan disana
tiada peduli tatapan mu untuk siapa
tapi,
aku ingin ada disana
entah,
kepada siapa kata kau bisikkan
segala rasa tertumpah
akupun ingin menerima:
ucap caci-puji
dari sajak yang kucuri
kubacai sajak yang ku curi darimu
ada semacam kerinduan menjelma dalam kata
dan harapan tersampaikan disana
tiada peduli tatapan mu untuk siapa
tapi,
aku ingin ada disana
entah,
kepada siapa kata kau bisikkan
segala rasa tertumpah
akupun ingin menerima:
ucap caci-puji
dari sajak yang kucuri
Subscribe to:
Posts (Atom)