kulayangkan beberapa patah kata
semoga mudah untuk kau pahami
baru sekali ini aku mampu sadari:
heningku mengusik khusukmu
kupikir pula, itu telah lama runtuh
~kau tak lagi khusuk berdo'a, bukan?
ini kata hanya barisan aksara
sekedar ungkapkan rasa
semoga mudah untuk kau pahami,
setahuku: kau tiada pernah peduli,
selalu saja menatapku yang penuh hina
tapi,
inilah aku
sebagaimana aku pernah datang dulu
tiada patut rasanya mengumpat pada mendung
dia datang bergumpal-gumpal dengan tenangnya
bagaimana dapat kau pahami mendung
dimana senantiasa kau berpayung
memahaminya yang diam-tenang
sementara kita menunggui dia menyiram
tiada ingin kering menggersang
beberapa patah kata
sekedar terjemahkan hati yang bersuara:
kepadamu kuharapkan segenap cinta
janganlah diri senantiasa kau hina
About Me
- Yoehan Rianto Prasetyo
- seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki
Anda pengunjung ke:
Tuesday, July 26, 2011
Friday, July 22, 2011
sajak seorang abdi kepada Tuhannya
Tuhanku,
ijinkanlah aku hamburkan aksara:
sekedar ungkapkan resah
atau untuk pertanyakan gundah
Tuhanku,
ijinkanlah aku mengurai makna dengan kata
sekedar mengumpat pada para penguasa
merokok
cukup dalam terhisap nikmat melekat asap pekat
bersandar kedaulatan yang tiada kan terjamah oleh siapa
lewat sebatang, angan menyala-nyala
sepi terusik sunyi
coba hisap lagi
~buruh turun kejalan, menentang
diujung tinggal abu
petani terganggu RUU
dari selembar daun kering
ada rasa
menggeliat
berontak
ini kretek serasa nikmat
bersandar kedaulatan yang tiada kan terjamah oleh siapa
lewat sebatang, angan menyala-nyala
sepi terusik sunyi
coba hisap lagi
~buruh turun kejalan, menentang
diujung tinggal abu
petani terganggu RUU
dari selembar daun kering
ada rasa
menggeliat
berontak
ini kretek serasa nikmat
Subscribe to:
Posts (Atom)
