tiada yang lebih bijak diantara guyuran cahaya mentari, dibiarkannya segala jadi lugas terlihat~ada kerinduan yang diam kusimpan, biar.
Tiada yang lebih arif dari rintik gerimis, tangis langit basahi belantara raya, segaris perih kuungkap dalam kata~kutelantarkan hatiku yang letih, biar.
Sedang ku cari kata yang paling rindu, sekedar ingin ucapkan cinta~aku pasrah, berserah dalam do'a: rinduku tiada hilang arah
About Me
- Yoehan Rianto Prasetyo
- seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki
Anda pengunjung ke:
Sunday, October 2, 2011
sajak perjuangan
bersabar menjalani peran kehidupan
sesederhana bumi mengasuh alam
hadir tanpa perisai-pedang
keyakinan mengiring aku datang
iman dan ketakwaan jadilah mata pedang
sesederhana bumi mengasuh alam
hadir tanpa perisai-pedang
keyakinan mengiring aku datang
iman dan ketakwaan jadilah mata pedang
sajak Puntadewa untuk Drupadi
kesetiaan yang luhur
jadilah cahaya kembara
ku temukan kau dalam do'a
wahai Drupadi
dari api suci kau terlahir
mengemban kesetiaan hingga akhir
kesetiaan yang dipertaruhkan
dalam sayembara dan dadu
demi langit dan bumi
demi harkatmu sebagai putri agni
kau bersumpah:
kau tiada akan mengikat rambut
sebelum mencucinya dengan darah Dursasana
Tuhan menjaga hijabmu karena kesetiaanmu
karena hijabmu
kesetiaanmu senantiasa terjaga
jadilah cahaya kembara
ku temukan kau dalam do'a
wahai Drupadi
dari api suci kau terlahir
mengemban kesetiaan hingga akhir
kesetiaan yang dipertaruhkan
dalam sayembara dan dadu
demi langit dan bumi
demi harkatmu sebagai putri agni
kau bersumpah:
kau tiada akan mengikat rambut
sebelum mencucinya dengan darah Dursasana
Tuhan menjaga hijabmu karena kesetiaanmu
karena hijabmu
kesetiaanmu senantiasa terjaga
Saturday, October 1, 2011
sajak cinta mendaki
langkah tiada ingin terhenti
masih terjal ditapaki
kau cahaya hati
cinta merupa wanita
kehadiranmu sungguh
harapku
beriring menuju surga
mendaki lebih tinggi
bersama cinta aku lantunkan do'a
Subscribe to:
Posts (Atom)