orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya (Pramoedya Ananta Toer)

About Me

My photo
seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki

Anda pengunjung ke:

Monday, May 30, 2011

waktu

kalau sampai waktuku*
akan kutemui kau
dan biarkan
ku seka rindu dipelupuk matamu
*Copas dari sajak "Aku" karya Chairil Anwar

Saturday, May 28, 2011

secarik sajak kepada cinta

berkaca pada kenyataan, sembari mengintip kenangan~ada semacam harap jadi pedoman: keridhoan adalah penantian, meski senantiasa kita (manusia) ingin lepas berlari, tiada mengapa cinta punah sirna, di surga pula kita akan jumpa.

Friday, May 27, 2011

batas

menghadirkanmu dalam rindu

senyum itu kembali menyapa
ku gapai~hilang sirna

kau dan aku
hanya berbatas mimpi indah
lamunan menjadi jarak
atau semacam tapal batas:
antara rindu dan kesadaran

batas, kodrat manusia
dimana kita akrabi kemanusiaan
menjadi anugerah mulia
dari Yang Maha Pemurah
batas
jadi benteng perkasa
agar tiada dosa dalam jumpa
namun
kau dan aku
hanya berbatas lamunan:
antara rindu dan kesadaran

Nusantara (Sate)

aku hanya sedang ingin bicara:
mengenai ruas-ruas sejarah Nusantara

dihidang sate ayam
dan secangkir kopi nikmat
kiriman malaikat

sate,
di Timur Tengah sana mereka bilang shalshilk
tentunya dinegara-negara bekas satelit negara raksasa

serupa Nusantara:
daging diiris-iris tusuk
lalu dipanggang

Negeri Antah Berantah

lha wong namanya saja 'Negeri Antah Berantah'
mau diomongin seperti apa juga permasalahannya sama saja
tetap, tidak ada dinamika
kan tidak nyata?
Namanya saja 'Antah Berantah'
yang di gosipkan: telah merdeka sejak '45
ya nggak jauh dari sinetron atau telenovela
berjalan sesuai skenario
tak perduli nasib jelata

ya begitulah
negeri antah berantah
dimana penduduknya harus selalu tabah
diamuk murka tangan-tangan serakah

juang

mendefinisikan juang
yang tak harus dengan pedang
juang dengan kalam
sampaikan kemenangan didepan

entah dimana ujung kan tiba

menjaga kemuliaan adalah juang
tak hanya berkata,
teladan akan memperdalam makna
sebab bahagia kekal adalah cita

juang adalah ilmu
menuntun pada ranjang akhirmu

Wednesday, May 25, 2011

nglilir

belum malam betul aku terbangun
segala berbisik mengusik
mimpi tak jadi datang
sekalian bayang senyummu hilang
coba kupejamkan lagi
gagal
penat mengendap
aku tersekap malam yang pengab

obrolan senja

mengisi senja kami berempat
dia dan dua gelas kopi
menghadiri obrolan demokrasi
percakapan menggeliat tentang negara adi daya
sedang kami berdiri di negeri yang tak berdaya
jadi ingin tertawa
tapi kutahankan
sebab bangsa ini harus kembali merdeka

Tuesday, May 24, 2011

kuda hitam


pilihkan aku
kuda paling binal dengan bulu pekat hitam

biar ku pacu lebih kencang

menerjang

aku ingin melayang diantara gedung-gedung

dan kuulang lagi rasa:

betapa merdeka aku berkata

Saturday, May 21, 2011

diantara nisan

pada barisan nisan
namaku akan ada diantaranya
diam berbaring
bersama mereka yang kini terbaring
mendengar sajakku yang terbaca berulang-ulang
sembari ku hirupi wangi bunga
yang kau tabur diatas kubur

berdaulat sehari

diseduhnya nikmat
tadi, pagi menjelang saat paling merdeka
tentu dalam hari-harinya
dihirupnya aroma kedaulatan
setelah lama dijalani hidup yang mencekam
dengan segenap nikmat berkatalah ia kepada langit:

"jangan dulu redup mentarimu
hanya sehari ini ingin diri bahagia
menikmati kuncup merdeka,
sebab esok tiada yang tau pasti:
alam merdeka milik siapa?"

Betapa nikmat jadi manusia seutuhnya
meski hanya sehari menikmati alam merdeka
tanpa borjuasi
tanpa penindasan
tanpa wasangka
hanya merdeka

untuk sehari ini:
Sapore della dinigta
cheers kamerad!

Dendam II


ada mata pisau yang menggelepar diatas meja makan
senantiasa mengawasi lekuk nadi birahi
tiada berkedip, mengiris segala yang ranum
apel, roti dan hatimu
tiada berkedip, tetap menatap lehermu
mencari celah untuk senantiasa mendekat
lekat akrab membayang tangis dan darah
mata pisau
berkilau menunggu tangan
pada siapa tunduk melepas dendam

Wednesday, May 18, 2011

Dendam

biarlah hidup berjalan sebagaimana mestinya hidup
segala akan teredam dalam dendam
hingga nanti
dimana diri kembali berguncang
hantarkan murka
yang tumbuh dari perihnya luka
dan
biarlah hidup berjalan
sebagaimana mestinya hidup

Monday, May 16, 2011

bingung

atau
apa seperti yang ku pikir?
entah
dimana dapat dan mampu?
tiada pernah sekalipun sangka pasti tertuju
atau
entah
segala jadi absurd
atau inikah:
kenyataan?

Sunday, May 15, 2011

kota terkenang

malam berhias hujan dikota milikmu
ada serpih hidup jadi soal pingin di jawab
Wieteke Van Dort masih mengalun
berpadu rancak suara rintik

sudah ku duga sebelumnya
inilah kira-kira yang terjadi:
kau menghimpun bahagia ditanah gunung
sedang aku menjelma angin
merayapi dinding dingin

sayang,
sebentuk kota mengapung
bersama bayang kenangan

duka


dukaku untuk bangsaku
tenggelam sudah cerita kesatria kesatria maritim
hanya menjadi beban sisa kejayaan nenek moyang
ah, bangsaku

tergiring dalam lingkar perbudakan

Wednesday, May 11, 2011

bicaralah kawan!

kawan!
mari, duduk bersama dalam berkata
diantara sibuk cacianmu
tentu ada waktu untuk saling terbuka
mari kawan
mari duduk bersama
tuangkan segenap resahmu dalam serapah
aku tak mengapa
daripada hanya menerka
segala kata yang kau tuang dibilik bisu

Saturday, May 7, 2011

wajah terbasuh wudlu

aku merindu

ketika rembulan menyulam cahaya
dan do'a-do'a melantun khusyuk
merayap disela-sela keheningan puncak malam

wajah terbasuh wudlu betapa kurindu
dan hijabmu~semoga, jadi benteng yang tak rapuh

Sunday, May 1, 2011

sedikit patah hati

apalah untungnya memberiku rasa sakit
adakah kepuasan hati tuan-nona
saat diri mulai menggelepar?
sedang sayat kata dari mulut tuan
senyata belati tajam

tuan,
tentulah: kebijakan lelaki ada
dalam meredam kata
bukan atas sindir agar lawan terluka

nona,
hampir-hampir hina diri dimata nona
sedang diri tiada menduga:
betapa kini
diri jadi pihak yang salah

tapi,
apalah untungnya memberi diri rasa sakit
bila fana tiada kekal adanya