orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya (Pramoedya Ananta Toer)

About Me

My photo
seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki

Anda pengunjung ke:

Monday, October 24, 2011

sajak dua hari yang lalu

dua hari yang lalu
seorang penyair mati
tiada suara dari mulut yang terkatub membeku
tidak pula haru

ada kata
melekat akrab pada lembar pualam,
jadi nisan
itu kata adalah kuncup yang bertunas diketiak waktu,
nanti, musim kembang, do'a berhambur datang

rindu itu kangen

rindu adalah jeda untuk kita lebih khusyuk lagi berdo'a, agar kita mengerti apa yang sedang perlu 'tuk jadi mimpi, rindu adalah irama dalam asmara, menjadikan cinta mengalun tak bisu dan rindu adalah waktu untuk kita menunggu. Semoga rindu, bukan suatu permainan asmara darimu.

Saturday, October 22, 2011

realitas (dari) kontemplasi sunyi, baiklah aku mengerti

ada ragam isyarat
memaksa untuk setia terbaca dalam pengertian
terurai pada batas-batas realitas,
isyarat, terungkap ketiadaan

baiklah,
yang kumengerti, kini,
adalah diam

memang tak patut untuk larut
atau bahkan untuk bertanya,
cinta memang bukan kepadaku ia mengarah,
aku, sungguh hina

baiklah,
aku diam, sekarang
menyerah penuh
pada ruang kontemplasi
sepi
milikku sendiri
~aku telah mengerti:

isyarat, tiada kesempatan dan tempat
aku harus kuat
sebab tiada antara,
hanya kita, satu yang sama
baiklah, aku diam dalam ruang yang sepi

realitas

ada realitas dari realitas
segalanya ditampilkan secara samar
dan terartikulasi dengan sadar

esok pagi
'tika aras kembang tak lagi bersemi
adalah antara aku dan Tuhanku
segaris lurus
membongkar kenyataan yang terbungkam
dengan tangan atau hanya pedang

ini wajah kena ludah, siapa sangka
sedang hinaan-hinaan kemarin belum juga terlupa
ancaman jadi hidangan nyata

bukan suatu pilihan untuk jadi pahlawan
sangat mungkin (malah) untuk dikorbankan
sebab segalanya tampil samar
dan terartikulasi secara sadar
ada realitas dari realitas
musim kian meranggas

Friday, October 21, 2011

hati perih

ada hati
dikoyak-koyak sepi
tanpa jerit
sekedar merintih

"ahai, betapa perih!"

Wednesday, October 19, 2011

Bayang senyum

setengah dari cangkir kopi
ada yang tersisa dikota milikmu
selain debu kesibukan dan keangkuhan
lembar-lembar sejarah belum selesai ditafsirkan,
kita tambah sebaris aksara~jadi lebih meriah

sadar, tiada tempat tuk sekedar berteduh
bagi lelaki yang terasing dalam ruang yang bising
selain pada aksara, dimana jerit rindu kualamatkan

setengah lagi dari cangkir kopi
[kuangkat dengan telunjuk~sekedar (beri) hormat:
bayang senyum yang senantiasa menemani]
deru kota milikmu, belum juga kumengerti
sedang suratan nasib harus rela dihadapi
dan halusinasi bersamaku, kini

setengah,
mbulan setengah bercahaya
setengahnya lagi, entah

senyummu cair,
lelah dalam penantian
malam telah tiba
yang kurindu bercadar doa

Friday, October 14, 2011

sajak untuk Nur

semacam pandoora kau hadiahkan cinta
atau sekedar basa basi mitologi yang kita pelajari
untuk turut dalam perdebatan-perdebatan
tentang segala yang basi?

Nur,
kabar darimu
isyaratkanku untuk selalu tegar

(selamat Nurul, semoga bahagia selalu hidupmu, amien)

Thursday, October 13, 2011

sajak kesaksian

sebentar saja melepas penat
lalu kembali pada peran penuh sekat

ku tulis sajak ini di area parkir
diseberang sana
dapat kulihat tuan-nona berpesta
borjuis muda beraksi
sajak ini sekedar saksi

dipisah lalu lalang malam
aku bersama mereka yang terpinggirkan
menjadi bagian dari mereka yang terpinggirkan

angkat gelas, bersulang

mbulan melambung diangkasa hitam
"ku dengar ini negeri sedang bekerja begitu kerasnya
deru pembangunan terasa hingga relung sukma"
bangun, membangun mental-moral kebangsaan:
dari kepribadian anti korupsi
hingga standar hidup konsumerisme tanpa pengaduan

diseberang sana kulihat dansa-dansi
tuan-nona dan banci

angkat gelas, bersulang

mengulang lagi transaksi antara otak dan hati
ingin sekali dianggap 'wajar'
sebagaimana mereka yang kurang ajar
ups...
ya, dibilang salah itu wajar
tiap salah pasti bisa dicari (pem)benarnya
tak perlu risau
atau bisa juga dilupakan tanpa ada usaha untuk menjelaskan
wajar bukan?

aku tulis sajak ini di area parkir
sekedar tumpahkan kesaksian

angin berhembus
diseberang sana aku melihat
pengamen kecil bersenda gurau dengan lamunannya yang entah apa

angkat gelas, kopi tinggal setengah
nikmat juga
kembali bersulang
sementara terdengar canda kawan
aku tenggelam dalam penyaksian

Sunday, October 2, 2011

sekedar ingin ucap-ungkap

tiada yang lebih bijak diantara guyuran cahaya mentari, dibiarkannya segala jadi lugas terlihat~ada kerinduan yang diam kusimpan, biar.
Tiada yang lebih arif dari rintik gerimis, tangis langit basahi belantara raya, segaris perih kuungkap dalam kata~kutelantarkan hatiku yang letih, biar.
Sedang ku cari kata yang paling rindu, sekedar ingin ucapkan cinta~aku pasrah, berserah dalam do'a: rinduku tiada hilang arah

sajak perjuangan

bersabar menjalani peran kehidupan
sesederhana bumi mengasuh alam
hadir tanpa perisai-pedang
keyakinan mengiring aku datang
iman dan ketakwaan jadilah mata pedang

sajak Puntadewa untuk Drupadi

kesetiaan yang luhur
jadilah cahaya kembara
ku temukan kau dalam do'a
wahai Drupadi
dari api suci kau terlahir
mengemban kesetiaan hingga akhir
kesetiaan yang dipertaruhkan
dalam sayembara dan dadu

demi langit dan bumi
demi harkatmu sebagai putri agni
kau bersumpah:
kau tiada akan mengikat rambut
sebelum mencucinya dengan darah Dursasana

Tuhan menjaga hijabmu karena kesetiaanmu
karena hijabmu
kesetiaanmu senantiasa terjaga

Saturday, October 1, 2011

sajak cinta mendaki

mendaki yang lebih tinggi
langkah tiada ingin terhenti
masih terjal ditapaki

kau cahaya hati
cinta merupa wanita
kehadiranmu sungguh
harapku
beriring menuju surga

mendaki lebih tinggi
bersama cinta aku lantunkan do'a