malam telah benar-benar hitam
saat ku sebrangi sunyi
aku menantimu
di ujung senja tadi
tapi kau tiada datang jua
maka aku pergi
kembali menyeberangi sunyi
sembari menerka:
apa sebenarnya yang kau pilih
malam, sepinya telah jadi belati
menghujamkan perih di hati
aku pergi
seberangi sunyi
sampan ku dayung sendiri
dalam kesadaran
sajakku berkata:
cinta adalah kesanggupan
mencintai bintang harus jadi malam
mencintai air harus jadi sungai
mencintai angin harus jadi udara
mencintai belantara harus jadi gunung
mencintai bunga harus jadi harum
mencintai kamu haruslah menjadi aku
aku
orang malam yang tiada berpedang
hanya berpegang pada keyakinan
malam telah benar-benar hitam
aku menari bersama bayang-bayang
About Me
- Yoehan Rianto Prasetyo
- seorang guru, peminum kopi, pembaca buku yang suka berjalan kaki
Anda pengunjung ke:
Saturday, September 18, 2010
Sunday, September 5, 2010
cincin
Wednesday, June 23, 2010
Jalan Yang Kutuju (Hatimu Untuk Surga)
ini jalan menuntunku pulang
sambil melangkah
bibirku tiada henti dendangkan harap:
jika esok kau tiada disini
nanti ku jumpa di surga
dan bila esok pun masih enggan
aku masih tunggu
kan ku nyanyikan shalawat
seperti Adam
mencari Hawa yang dicinta
agar tiada sesat langkahku
menanti waktu berjumpa denganmu
sambil melangkah
bibirku tiada henti dendangkan harap:
jika esok kau tiada disini
nanti ku jumpa di surga
dan bila esok pun masih enggan
aku masih tunggu
kan ku nyanyikan shalawat
seperti Adam
mencari Hawa yang dicinta
agar tiada sesat langkahku
menanti waktu berjumpa denganmu
Thursday, May 6, 2010
sajak sekuntum rasa dari tanah merdeka
berpikir:
adakah rasa yang mampu membikin kelopak menjadi duri
seperti juga menghadirkan bintang gumintang dalam terang siang
bagaimana mungkin
sekuntum mawar menabur anyir
jika harumnya memang tak dapat dibeli
dan pijar lilin tiada mungkin membeku
tidaklah mungkin gumintang bersanding dengan terang siang
seperti juga menghadirkan benci sekaligus dalam kesejukkan cinta
ini tanah merdeka
tiada siapapun berpunya
sebab, disinilah kini kita berada
ini mawar bukanlah pusaka
terimalah dengan hati yang terbuka
YR. Prasetyo
Subscribe to:
Posts (Atom)

